Postingan

Tujuh Tips dari Perjalanan Tujuh Kota Tujuh Hari ...

“Tik, kowe ki kudu ditaleni ben ra ucul. Wong ko ra iso meneng.” (Tik, kamu itu harus ditali, biar ga lepas. Orang kok nggak bisa diem) Aku yang nggak bisa diam, dia yang protes. Itulah yang temanku lihat kalau dia tanya aku dimana dan jawabku sudah di luar kota, entah dimana. Sebenarnya dia salah momen aja. Kalau dia tanya pas aku lagi di rumah berhari-hari dengan sangat tenang, mungkin dia akan bilang “ko di rumah aja”. Tapi, image si bolang memang sudah terlanjur melekat. Padahal, aku itu sesungguhnya penunggu rumah yang baik. Kalau sudah di rumah, aku nggak akan mati gaya. Banyak hal yang bisa kulakukan. Dari nulis, masak (sambil belajar), bersih-bersih, luluran, maskeran, baca buku, main sama kucing, tidur siang, banyak pokoknya. Tapi kalau sudah ngebolang, rumahku bisa pindah di mana saja. Mungkin inilah yang tertangkap mata orang-orang. Betapa perjalanan yang kulakukan, di mana aku berada, seakan aku sedang di rumah sendiri. Dan inilah yang ingin aku bagikan pada kalian. Tenta…

Ada yang Nggak Normal di Warunk UpNormal?

#KAI Berhasil Mengatasi "Kutukan" 30 Jam di Kereta Kami

Kamu Lebih Suka Travelling ke Luar Negeri? Awas, Kamu Bisa Melewatkan 5 Hal Ini!

Apa Sih Kerjaan Amil Zakat??

Menjala Kenangan di Kota Malang

Kutukan 30 Jam Kereta Jakarta-Malang

Selamat Datang Air Mata di Labuan Bajo

Mengkhianati Januari

Surat untuk Tahun ke 27

Iiiihh...Aku Takut Ikan Paus !!