Perjalanan

by - April 23, 2013


Ada kalanya kita menyadari bahwa dunia ini hanyalah sebuah “perjalanan”. Saat itu terjadi, muncul rasa senyap yang menyergap. Seperti embun yang tiba-tiba meyelimuti setiap yang ditemuinya. Lalu semua yang pernah terjadi berjalan mundur dengan cepat dan berantakan. Ke depan, hanya ada ruang kosong dan ruang masa depan yang tiba-tiba tergambar sebagai ruang kebenaran, ruang untuk diperjuangkan. Di depan, muncullah pohon-pohon harapan yang tiba-tiba membesar dan menjadi pohon kehidupan.

Aku menggambarkan kesadaran itu sebagai misteri yang masing-masing orang akan memiliki pengalaman tersendiri. Sebuah perjalanan adalah proses yang akan meminta semua daya kita. Perjalanan yang sangat panjang, kadang membuat kita lupa kemana kita menuju. Hidup yang digambarkan sebagai sebuah perjalanan menuju alam akhirat adalah hidup yang menyita banyak renungan dan amalan.

Bukankah semua orang akan mati…bukankah perjalanan akan terhenti? Maka di titik inilah aku berusaha berhenti sejenak. Titik renungku, saat yang tepat untuk bertanya, “perjalanan semacam apa yang sedang kulakukan? Kemana tujuanku?” Pertanyaan ini, setidaknya juga akan kugunakan untuk kembali membuka ruang bicara bagi nurani dan hati yang tiap hari mengolah rasa. Ternyata, ini terasa sangat nyaman bagiku.

Dengan ini, aku bisa sedikit mengurangi “tradisi” menuduh dan menyalahkan diri sendiri. Kebiasaan itu, tertanam karena aku tak kuasa menjadikan diriku sebagai arah utama perubahan. Kupikir perubahan mulanya dari ruang di luar sana, dari tempat yang jauh antah berantah. Namun aku salah, perubahan  dari kekusutan yang maha akbar ternyata berawal  yang titik dimana ia berada.

Kini, aku bisa bernafas cukup lega. Beberapa saat yang lalu aku sempat “tersesat”. Sejak mengetahui aku tersesat, justru aku semakin bimbang untuk mencari jalan keluar, itu karena aku merasa lumpuh oleh arus. Kini, aku tahu bahwa kekuatan jiwa manusia sangat besar. Sejak memikirkan sejenak tentang perjalanan dan mulai menulis tentang ini, aku merasa terselamatkan. Perjalanan, hidup ini hanyalah dan akan berlalu sebagai sebuah perjalanan. Kita sedang menuju satu tujuan yang sama, semua manusia mengarahkan dirinya pada satu kepastian, kematian. Kematian hanya akan menjadikan hati yang tulus dan kebaikan selama hidup sebagai kawan.

 Terima kasih untuk Allah SWT, ini takkan pernah terjadi tanpa kemurahan Nya..

You May Also Like

0 comments