Blusukan Ke Kuala Lumpur -Hari Pertama-

by - Desember 10, 2014

Sebuah Perjalanan, 

layaknya kehidupan, diperlukan persiapan, perencanaan, tujuan dan segala nilai-nilai kebaikan. Perjalanan ke luar negeri pertamaku adalah ke Malaysia. Sungguh ini adalah perjalanan yang cukup mengejutkan. Awalnya, kupikir banyak sekali hal yang harus kusiapkan, ternyata luar negeri juga hanyalah sebuah dunia kecil di belahan lain bumi ini. Manusia yang mengetahui cara hidup yang baik akan mudah beradaptasi dengan cepat di tempat yang baru.

Jadi, waktu itu 31 Agustus 2014, tepat di hari kemerdekaan Malaysia, aku dan dua sahabatku sampai di Malaysia. Kami berangkat tanggal 30 Agustus malam dan menghabiskan malam hingga paginya di bandara. Tidur di hamparan karpet dengan orang-orang asing, laki-laki dan perempuan tak jadi cukup masalah. Kami menciptakan zona sendiri, hingga hal-hal yang tidak diharapkan bisa dihindari. Begini rupanya, permadani peristirahatan kami malam itu.

Selanjutnya, di pagi hari kami langsung menuju ke Kuala Lumpur dengan menaiki bus menuju KLCC. Ada banyak pilihan untuk ke KLCC, kamu bisa pilih sesuai budget dan selera.  Sesampainya di KLCC, kami sempat kebingungan untuk melanjutkan perjalanan, apa yang sudah direncanakan pun sedikit meleset. Akhirnya, karena kebingungan itu, kami memutuskan untuk keluar dari KLCC (setelah bertanya pada beberapa orang). Oh iyya, kami dapat saran jika ingin bertanya tentang jalan di sana sebaiknya pilih-pilih orangnya, usahakan bertanya pada orang pribumi di sana (melayu), karena kamu akan menemukan keragaman ras yang sangat berbeda, melayu, tionghoa, dan India. "Keragaman" ini tidak hanya kamu lihat secara regional saja seperti di Indonesia yang biasanya hanya didominasi wilayah tertentu. Tapi, di jalanan, di manapun kamu akan menemukan mereka. Lalu aku tersadar, negeri ini sangat toleran dalam hal itu.

Di luar KLCC, kami menemukan penjual semacam nasi uduk di pinggir jalan. Melihat masakannya yang semacam enak, kami pun mampir dan ternyata penjualnya orang Madura yang menikah dengan orang Malaysia.


Jika ditanya rasanya seperti apa, hmm...menurutku nasi uduk deket kantor jauh lebih enak. Mudah-mudahan ini bukan karena kebiasaan masyarakat kita pakai micin ya enaknya. hiks..hiks..sedih kalau benar begitu. Di warung ini kami diberi saran oleh bapak penjualnya untuk melihat pawai di Merdeka Square, padahal jadwal kami adalah langsung ke Batu Cave. Okelah, karena provokasi bapaknya yang kuat, akhirnya kami ikuti saran beliau. Dari tempat itu kami diminta jalan (katanya dekat, aslinya..beeuhh). Inilah penemuan terbaik kami setelah berjalan cukup jauh.
Semua bangunan ditempeli bendera Malaysia, bangunan-bangunan lama yang terawat di sana semakin menimbulkan rasa bangga setelah ditempeli bendera Malaysia. Jadi, kesimpulannya apa yang kami temukan di hari kemerdekaan Malaysia (khususnya Kuala Lumpur):


1. Bangunan-bangunan, gedung-gedung pemerintah, bersejarah serentak menghias diri dengan bendera Malaysia
2. Pemerintah membuat tagline "Di Sini Lahirnya Sebuah Cinta" untuk hari Kemerdekaan mereka, lengkap dengan jinglenya yang bisa didengar di tempat-tempat umum.  Jujur kuakui, kampanyenya berhasil, kreatif, dan keren.
3. Lagu-lagu Judika dan Firmansyah dinyanyikan di perayaan utama di Merdeka Square oleh penyanyi Malaysia. Yah, lumayan banggalah..:)
4. Semua elemen masyarakat antusias mengikuti perayaan dan tumpah ruah di jalanan. Di sini, aku serasa tidak melihat perbedaan yang kaya dan yang miskin.Tiga ras utama yang di negeri Jiran ini tumpah ruah di jalan.
5. Meski ribuan orang turun ke jalan, tetap saja minim sampah. penjual kaki lima tetap ada, tapi yang jualan juga turut menjaga kebersihan. itu terlihat juga dari penampilan mereka.
6. Serentak ribuan orang itu membawa bendera Malaysia dan melambai-lambaikannya sepanjang jalan. Sepertinya bendera-bendera itu sudah disiapkan pemerintah, karena tidak ada penjual bendera yang lalu lalang dan menjajakan bendera. Semua design dan bahan bendera sama. Bahannya bagus dan awet. Kami pun kebagian diberi bendera oleh orang Malaysia


Setelah berlelah-lelah mengikuti festival. Kami pun bergegas menuju ke hotel. Di sinilah awal mula kepanikan dimulai. Di saat alamat hotel kami rasanya tidak begitu dikenal orang-orang. Bertanya sana-sini, akhirnya kami menuju ke stasiun LRT Masjid Jamek dengan berjalan kaki. Jadi, ada dua jenis moda transportasi kereta di KL, MRT dan LRT. Intinya, yang satu lewat atas yang satu lewat bawah. Singkat kata dari stasiun masjid Jamek ini kami menuju ke stasiun Titi Wangsa.Oya, kenapa kami tidak naik taksi saja, seperti kebiasaan di Jakarta saat kepepet, karena kami dengar rekam jejak taksi di Malaysia yang kurang bagus. So, buat traveler hemat seperti kami jalan kaki ke sana kemari asal dapat biaya murah itu biasa, tapi ya capek sih. Banget!!

Pada dasarnya, moda transportasi di KL sudah baik dan terintegrasi dengan cukup baik. Secara jarak antar tempat di sana, menurutku seperti hal nya sekitaran Jakarta Selatan saja. PR banget untuk pemerintah membuat integrasi yang baik di Jakarta, karena Jakarta ternyata sangaaat luas. 

So, buat yang dari Merdeka Square bingung mau kemana-mana lagi, mending langsung menuju stasiun Masjid Jamek saja, daripada nanya alamat yang belum jelas. Tanyakan juga ke hotel atau teman di sana ancer-ancer alamatnya dari stasiun kemana, biar gampang cari alamatnya. Kalau di Jakarta kan ancer-ancernya mall.hihihi...

Nah, lanjut akhirnya kami sampai di hotel kami, "My Space Inn". Kami dapat penginapan ini dari booking.com, recommended banget ini buat traveller tak berkatu kredit seperti saya. Jangan takut pilih hotel lewat situs ini, tapi juga jangan ceroboh, tetap jeli dan berikan penjelasan tentang apa yang kalian inginkan. seperti waktu itu aku menulis ingin makanan yang halal. Alhamdulillah ternyata pemiliknya muslim India.

Tapi kita sedikit kaget sih, karena penginapannya mungil dan cukup sederhana. Di situ banyak orang asing, para backpack pemburu biaya murah. Kamar mandinya di luar, ada ruang tamu, ruang nonton tv bersama dan dapur yang bisa digunakan bersama. It's OK, bersama dua sahabatku, semua terasa ringan.:)

kita lanjutkan lagi part 2 guysss....

byee...


You May Also Like

0 comments