Blusukan Kuala Lumpur Hari Kedua (part 1)

by - Desember 23, 2014

Hari pertama ke KL cukup banyak cerita kan?

Hari kedua masih berlanjut..

Di hari pertama, kami pulang ke penginapan pukul 10.00 pm. Setelah ngobrol-ngobrol sambil rebahan, kami akhirnya mencetuskan rencana bahwa kami akan bangun subuh dan melihat suasana KL di pagi hari. Antara yakin dan ngga yakin, kami tetap tancapkan niat bengun pagi. Meski dalam hati, aku sudah siapkan alasan untuk malas bergerak esoknya. Hehe..

Benar saja, setelah sholat subuh kami tertidur lagi dan baru terbangun pukul 09.00 pagi. Kita langsung saling bertatapan dan tersenyum, melihat ketidakkonsistenan kami. Mungkin, kami tertidur lagi karena memang Kuala Lumpur masih gelap sampai pukul 07.30 pagi. Jadi, setelah subuh kondisi gelap semakin membuai suasana.

Setelah bersiap-siap, kami langsung meluncur mencari sarapan dulu. tepat tidak jauh dari penginapan kami ada tempat makan yang mirip warteg. setelah tengak-tengok, kami pun memutuskan makan di tempat itu, masih di daerah Titi Wangsa, belakang stasiun MRT Titi Wangsa.
Setidaknya, kami akhirnya mengakui, makanan pinggir jalan inilah juaranya dari semua makanan yang pernah kami jajal. Harganya yang murah dan rasanya yang mirip dengan masakan nusantara mungkin jadi salah satu penyebabnya, selain karena kami lapar berat.

Mencari cari tahu harus naik apa ke Batu Cave jadi PR kedua kami, setelah jawaban yang sangat beragam membuat kami terpontang-panting tak jelas. Entah kenapa, tapi mungkin saking banyaknya moda transportasi, warga KL banyak yang tidak tahu alur transportasi di sana.

Akhirnya, dengan kenekadan kami menunggu di salah satu halte bas. Di tengah terik matahari yang menyengat, bas yang kami berhentikan "say no" semua. Kami hampir putus asa dibuatnya. Mau berbalik ke stasiun panasnya bisa buat pingsan. Di tengah suasana "memanas" itu, akhirnya inilah hal yang bisa kami lakukan. selfie bermasker dan dilihatin orang-orang.

Singkat cerita, kami diminta menyebrangi jembatan penyebrangan dan mencegat bas dari sana. Dan..beginilah suasana bas yang mengantar kami ke Batu Cave
Untungnya bas ini sangat nyaman dan murah. Jika tidak, kami tak tahu mesti bagaimana untuk menaikan mood lagi. Batu Cave bisa dicapai hanya dengan 20 menit perjalanan dengan bas yang bisa dicegat dari halte Chow Kit. 

Oya, pertama kalinya aku melihat Batu Cave adalah saat aku lihat ANM di Net TV yang sedang digelar di Malaysia. Saat itu, aku tak pernah membayangkan akan mengunjungi tempat ini langsung. Dari kejauhan Batu Cave sudah menampakan warna-warninya.

Jadi sebenarnya Batu Cave ini merupakan tempat beribadah umat Hindu Malaysia. Namun, bukan seperti Prambanan yang merupakan peninggalan nenek moyang, Batu Cave dibangun oleh komunitas Hindu di tahun 2000 an (kalau ga salah ya). 

Perjalanan hari kedua masih berlanjut..akan ada kisah-kisah menarik lainnya..:)

You May Also Like

0 comments