Iiiihh...Aku Takut Ikan Paus !!

by - Mei 26, 2016



Secara sederhana, phobia bisa diartikan ketakutan berlebih akan sesuatu. Ketakutannya bisa  bermacam-macam. Ada yang wajar seperti takut hantu, ketinggian, gelap dan ular. Ada juga yang tak masuk akal, seperti takut balon, ruang sempit, hujan, warna tertentu, dll.  

Kata para psikolog, phobia muncul karena peristiwa traumatis yang pernah dialami sebelumnya. Iya juga sih, memang beberapa yang aku tahu begitu adanya. Ada yang pernah dipatuk ayam waktu kecil, gedenya dia takut lihat ayam.  Ada juga yang imajinasinya berlebihan tingkat dewa. Lihat balon udah kaya lihat monster kelaparan.

Jika aku ditanya kenapa aku takut ikan paus. Jawabku masih sama. Aku juga nggak tahu kenapa. Biasanya pertanyaan lanjutan muncul, “Mungkin waktu kecil pernah mengalami sesuatu yag traumatis?”. Jawabku juga sama. “Nggak”. Haduuh..sejak kapan di Klaten ada ikan Paus?? Ditanya pernah lihat langsung apa nggak?. Jawabku “NGGAK”. Mereka bingung, aku apalagi. Pasrah. Sampai sekarang aku pun tak tahu pasti kenapa aku takut ikan paus.

Jadi ceritanya, sejak kecil aku nggak berani lihat ikan paus. Entah itu foto, video, apalagi lihat langsung. Bisa jadi langsung serangan jantung kalau terjadi. kalau kecolongan melihat ikan paus, imbasnya aku nggak berani ke kamar mandi. Ruang  sempit tempat air mengalir itu seakan menjadi persembunyian paus.  Ketakutanku pun menjadi-jadi. Imajinasiku meliar karenanya. 

Aku ditertawakan. “Mana ada ikan paus di kamar mandi?”, ujar mereka. Ah sulit menjelaskan. Kalian tak tahu rasanya, raga di kamar mandi, pikiran ada di laut dan sedang ditemani seekor ikan paus. Hati pun jadi ciut. Bayangkan aja, kalo kita takut hantu kita bisa lari seketika saat itu juga. Lah ini, udahlah di kamar mandi, tiba-tiba bayangan si monster raksasa itu hadir. Bagaimana cerita kalau lari? 

Aku pikir aku adalah satu-satunya manusia di muka bumi ini yang takut ikan paus. Sampai dewasa aku berpikir cuma aku yang aneh. Tak pernah ada teman-temanku yang berbagi rasa yang sama denganku. 

Tahun 2014 lalu, iseng-iseng aku googling dengan kata kunci “phobia ikan paus”. Siapa tahu aku akan menemukan teman yang aneh. Sayang hasilnya nihil. Beralihlah aku searching pakai bahasa Inggris. ”Fear of whale”, kata kunci yang aku tulis. Satu per satu aku buka. Hasilnya di luar dugaan. Ada sebuah situs yang isinya curhatan-curhatan penderita phobia ikan paus (http://www.phobia-fear-release.com/fear-of-whales-comments.html). Semuanya berbahasa Inggris, asumsiku semua berasal dari barat. Howalah..ini penyakitnya bule-bule to ternyata. Akhirnya aku nggak sendiri lagi... Alhamdulillah... 


Aku senang, tapi entah apa yang aku senangkan. Orang kita sama-sama sekumpulan penakut. Dan lagi, tidak ada solusi berarti di grup itu. Tapi setidaknya, aku senang karena tak sendiri. Mereka berbagi kisah yang sama. Membuatku lebih kuat. Meski aku tetap takut hingga saat ini. Hehehe..

Setiap hari, setiap kali masuk kamar mandi adalah perjuangan melawan takut yang belum terhenti. Berada di kamar mandi dan dihantui ketakutan juga menjadikanku motivator dadakan. “Kamu berani Tika”, “Tidak ada yang perlu ditakutkan”, “kamu kuat”. Begitu caraku bicara dengan diri sendiri. Hampir setiap hari.

Aku belum beranjak untuk mengobati penyakit ini. Entahlah. Aku malas. Ini bukan seperti panu yang bikin malu dan menular. Aku malah tambah takut kalau diterapi justru tambah parah. Aku serahkan saja pada waktu dan diriku sendiri. Biarlah dua elemen ini bersatu menggerus sang penakut yang bersarang di tubuhku.
Dan, untuk siapa pun yang membaca ini, pula merasakan hal yang sama, jangan sungkan bertegur sapa ya. Siapa tahu kita berjodoh untuk saling membantu. Hihihi..







You May Also Like

1 comments