Kamu Lebih Suka Travelling ke Luar Negeri? Awas, Kamu Bisa Melewatkan 5 Hal Ini!

by - September 28, 2018


Travelling ke Singapura kan lebih murah daripada ke Papua”, celetuk salah seorang kawan yang memilih berwisata ke Singapura daripada ke dalam negeri. Faktanya, beberapa daerah di negeri ini memang masih sulit dijangkau sebagai tujuan wisata bagi sebagian masyarakat Indonesia. 

Namun, jangan sampai itu jadi alasan melupakan destinasi dalam negeri ya. Kalau budget ke Papua masih belum cukup kamu kumpulkan, masih sangat banyak destinasi lokal yang bisa  masuk ke dalam wish list destinasi kalian ke depan. Jangan sampai kalian melewatkan 5 hal ini karena keasyikan berwisata ke luar negeri ya:
  

      1.  Mengenal wisata terdekat dari rumahmu 

Apakah kalian pernah mengalami situasi saat ada teman atau kolega yang mengunjungi rumahmu dan bertanya ada destinasi wisata apa di dekat rumahmu, tapi kamu malah tidak tahu sama sekali. Pepatah “kacang lupa kulitnya” pantas kamu renungi. Kenalilah wisata lokal, setidaknya dimulai dari yang ada di sekitarmu. Ajak orang-orang luar untuk mengunjunginya agar wilayahmu sendiri bisa semakin maju.

Bukit Cinta, Bayat, Klaten
2. Mengenal sejarah dan budaya asli bumi pertiwi 


Baru-baru ini, JK Rowling mengumumkan bahwa sosok Nagini dalam kisah Harry Potter terinspirasi dari mitos asal Indonesia. Penamaan tokoh Nagini itu sendiri diambil dari kata Naga. Hal ini tentu mengejutkan sekaligus menggembirakan bagi Indonesia. Seorang penulis dunia bahkan mempelajari budaya negeri ini. Jangan sampai kamu kalah sama orang luar ya. Salah satu cara agar kamu tidak gegar budaya negeri ini adalah dengan mengunjungi destinasi wisata lokal. Kamu akan mendapatkan cerita tentang asal usul atau mitos dari destinasi itu yang bisa jadi inspirasimu untuk berkarya

 3. Lidahmu mulai lupa cita rasa nusantara


Masihkah makanan tradisional terhidang di meja makanmu? Kalau iya, kamu pantas beryukur ya. Di masa kini, bukan hal yang aneh banyak anak-anak yang lidahnya “menolak” makanan tradisional Indonesia. Bukan karena makanan itu tidak enak, tapi karena begitu sering makanan instan atau fast food yang mereka cicipi setiap hari. Padahal, kuliner khas negeri ini sudah sangat diakui dunia, bahkan banyak vlogger atau influencer yang sengaja datang ke Indonesia untuk mencicipi berbagai macam makanan khas nusantara. Kalau kamu suka wisata lokal, sudah pasti kamu juga akan lebih mengenal kekayaan kuliner nusantara dan turut melestarikannya.


4. Belajar kearifan lokal yang tiada henti menginspirasi 
 
Jika tadi di poin 2, sebaiknya kamu mulai “melek” sejarah dan budaya nusantara yang begitu kental di negeri ini, di poin 4 ini ada inspirasi lain yang tidak kalah penting, itulah kearifan lokal. Kearifan lokal adalah pengetahuan yang diturunkan turun termurun dalam kehidupan masyarakat. Saat kamu mengunjungi sebuah tempat yang baru, cobalah untuk menyelami kearifan lokal setempat. Seperti bagaimana cara warga setempat menyambut tamu, menghidangkan makanan atau bahkan caranya berbicara denganmu, rasakan perbedaannya di setiap tempat. Semakin kamu peka dengan perbedaan itu, kemungkinan besar kamu juga akan bisa semakin toleran dengan perbedaan lho.


 
      5. Mengenal hasil karya anak bangsa
 
Bicara tentang karya anak bangsa, mari belajar dari kota Cirebon. Perrnahkah kamu menjelajah wisata Cirebon? Apa yang terbayang di benakmu saat nama Cirebon disebut? Barangkali sama dengan kebanyakan orang saat ini, mereka akan menyebut batik Cirebon. Namun, yang membuat batik Cirebon semakin dikenal ternyata bukan hanya karena warisan leluhur yang masih terjaga di sana. Ada perjuangan putra daerah yang membangkitkan industri batik Indonesia, khususnya batik Cirebon yang buahnya sudah begitu terasa saat ini. Di Cirebon, sebutlah nama BT Batik Trusmi, sudah pasti hampir semua warga lokal tahu tentang BT Batik Trusmi. Membawa oleh-oleh batik dari BT Batik Trusmi sudah jadi tradisi “wajib” bagi wisatawan yang berkunjung ke Cirebon. Motif mega mendung menjadi incaran wisatawan, apalagi dengan adanya berbagai inovasi baru. Inovasi juga tak hanya ada pada motif batiknya, namun juga dalam segi pemasaran. Untuk memudahkan pelanggan, BT Batik Trusmi melayani penjualan batik online melalui http://btbatiktrusmi.com/

sumber foto cirebonpost.com

Dalam rangka menyambut hari batik 2 Oktober 2018, BT Batik Trusmi menyampaikan pesan untuk melestarikan batik melalui tagline BTAlways Batik. Batik lebih baik, mencintai batik, menggemari karya warisan leluhur yang diteruskan generasi bangsa pastilah lebih baik. Pesona Indonesia yang sudah diakui dunia juga akan semakin memancar jika semua orang di negeri ini memandang bahwa kekayaan nusantara harus dijaga selalu. 

Jadi, siapa pun kamu, dimana pun kamu, yuk lebih mencintai negeri ini dengan mengunjungi destinasi wisata lokal dan jadikan dirimu orang yang berkontribusi untuk kemajuan negeri ini dengan mencintai karya anak bangsa. 



You May Also Like

0 comments